| |
RAHASIA DI BALIK MATERI
|
|
|
| |
|
|
| |
| Manusia berhubungan dengan alam semesta hanya melalui pancaindra mereka. Tak seorang pun yang dapat mencapai wujud ”dunia luar” yang sesungguhnya, melebihi dari yang dapat dirasakan oleh indranya. Lantas, bagaimana kita tahu bahwa dunia ini tidaklah berbeda dari apa yang kita rasakan melalui indra itu? Film ini mengajak Anda merenungkan pertanyaan penting ini. Saat Anda menyaksikan film ini, akan Anda pahami betapa paham materialis telah keliru karena mengingkari keberadaan Allah dengan menganggap bahwa keberadaan materi bersifat mutlak. Film ini didasarkan atas buku “Timelessness and the Reality of Fate” (”Ketiadaan Waktu dan Hakikat Takdir”) karya Harun Yahya. |
|
|
| |
|
|
|
KARYA LAIN DENGAN TOPIK SERUPA |
Situs-Situs Lain
|
|
|
|
| |
FILM LAIN YANG MUNGKIN MENARIK BAGI ANDA |
|
|
|
| |

BERPIKIR MENDALAM
Pernahkah Anda berpikir bahwa bumi tempat Anda berjalan saat ini sedang bergerak dengan kecepatan 1.670 kilometer per jam? Pernahkah Anda merenungkan mengapa rambut Anda senantiasa tumbuh memanjang, tidak seperti alis dan bulu mata Anda ? Jika tidak demikian, bukankah hal itu akan buruk bagi Anda? Pernahkah Anda memikirkan tentang seluruh peristiwa menakjubkan yang terjadi di dalam tubuh Anda atau yang berlangsung di sekitar Anda? Film ini adalah seruan untuk memikirkan hal-hal tersebut. Sebab, dalam Al Qur’an Allah mengajak kita berpikir tentang makhluk hidup yang Dia ciptakan. |
 |

AL QUR’AN MEMBUKA JALAN BAGI ILMU PENGETAHUAN
Pengamatan ilmiah memperkenalkan manusia kepada rahasia penciptaan, dan akhirnya kepada ilmu, hikmah, dan kekuasaan Tuhan yang tak terbatas. Albert Einstein berkata, ”Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang”. Artinya, tanpa arahan agama, ilmu pengetahuan tidak dapat berkembang dengan benar, bahkan membuang-buang waktu dalam mencapai hasilnya. Lebih buruk lagi, seringkali kegiatan ilmiah itu tidak membuahkan hasil. Sebagai agama yang menghargai akal, Islam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan. Saksikan film ini untuk memahami bagaimana Al Qur’an membuka pintu ilmu pengetahuan dengan menyeru manusia memikirkan dan meneliti tanda-tanda penciptaan di sekeliling mereka. |
 |

PAHAM ZIONISME DAN ISRAEL
Teror... Peperangan, pengusiran dan pembantaian... Selama puluhan tahun hingga kini Al Quds bersimbah darah, air mata dan penderitaan... Namun sebelumnya, terdapat masa di mana Palestina menjadi teladan bagi perdamaian, kerukunan dan keadilan. Pemeluk agama yang berbeda hidup berdampingan sebagai saudara dan beribadah dengan semangat saling menghormati dan menghargai. Masa kedamaian ini terjadi dalam sejarah di masa pemerintahan Muslim. Kala itu, wilayah ini di bawah pemerintahan Islam setelah pengambil-alihan Palestina oleh Khalifah Umar pada tahun 637 M. Pemerintahan baru ini memperlihatkan toleransi besar terhadap kaum Nasrani dan Yahudi. Sebagaimana ajaran Islam, pemerintahan Muslim mengizinkan pemeluk agama lain untuk hidup sesuai agama mereka masing-masing. Kekhalifahan Utsmaniyyah mengambil alih wilayah ini pada tahun 1517 dan memperlihatkan toleransi dan keadilan yang sama sebagaimana pemerintahan Muslim sebelumnya. Mereka membangun suasana perdamaian dan kebebasan di wilayah yang masih menjadi teladan hingga kini. Berkat “sistem bangsa,” yang mengizinkan pemeluk agama berbeda untuk hidup sesuai keyakinan masing-masing, kaum Nasrani dan Yahudi menikmati lingkungan yang penuh toleransi, keamanan dan kebebasan di wilayah kekhalifahan Utsmaniyyah. |
 |

NABI MUSA (AS)
Nabi yang seringkali disebut sebagai panutan di dalam Al Qur’an adalah Nabi Musa (as), namanya muncul dalam 34 surat yang berbeda. Kita dapat menemukan banyak informasi tentang kehidupan Nabi Musa dalam tiga surat terpanjang (Al A’raaf, Thaa Haa dan Al Qashas). Seluruh surat dan ayat ini memberikan kisah rinci tentang berbagai kesulitannya dalam menghadapi Fir’aun, masa kecilnya, perilaku buruk kaumnya dan perjuangannya menyampaikan risalah kepada mereka. Keberaniaannya yang pantang surut menghadapi kesulitan yang teramat besar dikisahkan sebagai teladan bagi manusia. Dalam film ini kita akan mengkaji kehidupan Nabi Musa (as) sebagaimana dipaparkan Al Qur’an, termasuk sejumlah peristiwa yang dilaluinya. Pada intinya, beragam peristiwa dalam kehidupan Nabi Musa tidak sepatutnya dianggap hanya sebagai peristiwa masa lampau, melainkan sebagai kejadian dan teladan yang menerangi kehidupan kita sendiri di masa kini. |
 |

PENYAMARAN DIRI DI ALAM 3
Harimau yang tersamarkan secara sempurna, dengan ketangkasan, taring, cakar, kecepatan dan kekuatannya, merupakan seekor pemburu sempurna. Satu ciri khas harimau lainnya adalah ia tidak pernah berada pada posisi sedemikian hingga angin bertiup dari arah belakangnya. Sebab hal ini akan menerbangkan aroma tubuhnya ke arah mangsanya dan menyebabkan keberadaannya diketahui. Selain harimau, akan Anda saksikan dalam film ini beragam satwa dengan keahlian menyamarkan diri yang sempurna. Mustahil aneka ketrampilan menakjubkan ini, yang diperlukan hewan untuk berburu dan melindungi diri, ada dengan sendirinya tanpa disengaja atau dipelajari oleh hewan itu sendiri. Semua ini menunjukkan bahwa Allahlah yang telah menciptakan mereka beserta segala ciri yang mereka butuhkan. |
 |
|
|
|
| |
|
|
|