Terorisme bukan tidak dapat dihilangkan. Terorisme dapat dihentikan dengan menghapuskan kerangka dasar ideologinya. Ketika toleransi dan kedamaian sebagaimana diperintahkan Tuhan menguasai dunia, terorisme pada akhirnya akan tercampakkan dalam lembaran-lembaran gelap sejarah.
Jagat raya suatu hari pasti akan berakhir. Hari Kiamat tak terhindarkan lagi akan pasti terjadi sebagaimana diberitakan dalam Al Qur’an dalam salah satu ayat: “Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya...” (QS. Al Hajj, 22:7). Meski merahasiakan waktu datangnya Hari Kiamat, Allah mewahyukan kepada Nabi Muhammad sejumlah peristiwa dan pertanda tertentu yang menunjukkan datangnya Hari Kiamat. Dalam film ini, akan Anda saksikan sejumlah pertanda yang mengisyaratkan sangat dekatnya Hari Kiamat itu: dari peperangan dan kekacauan yang jumlahnya semakin meningkat hingga penghancuran kota-kota besar, dari gempa bumi hingga perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Di berbagai belahan dunia, terdapat banyak manusia yang tertindas dan teraniaya. Mereka hidup sangat miskin, tanpa rumah dan tempat berlindung. Mereka rentan terjangkiti penyakit dan, kalaupun ada, layanan kesehatan yang mereka terima kuranglah memadai. Hanya ada satu jalan keluar bagi ketidakadilan, kekacauan, ketakutan, pembantaian, kelaparan, kemiskinan dan penindasan di dunia ini: akhlak Qur’ani; seperti rela berkorban demi kebaikan orang lain, saling berkasih sayang dan berbuat adil terhadap sesama. Saksikan film ini untuk memahami bahwa satu-satunya jalan keselamatan bagi kaum lemah, teraniaya, fakir dan miskin tersebut adalah dengan menerapkan petunjuk Al Qur’an, yang diturunkan untuk seluruh umat manusia.
Manusia berhubungan dengan alam semesta hanya melalui pancaindra mereka. Tak seorang pun yang dapat mencapai wujud ”dunia luar” yang sesungguhnya, melebihi dari yang dapat dirasakan oleh indranya. Lantas, bagaimana kita tahu bahwa dunia ini tidaklah berbeda dari apa yang kita rasakan melalui indra itu? Film ini mengajak Anda merenungkan pertanyaan penting ini. Saat Anda menyaksikan film ini, akan Anda pahami betapa paham materialis telah keliru karena mengingkari keberadaan Allah dengan menganggap bahwa keberadaan materi bersifat mutlak. Film ini didasarkan atas buku “Timelessness and the Reality of Fate” (”Ketiadaan Waktu dan Hakikat Takdir”) karya Harun Yahya.
Setanisme… Jalan gelap menuju neraka… Inilah jalan yang dipilih oleh mereka yang telah disesatkan oleh setan dan yang kini telah menjadi pengikutnya. Dalam film ini, selain sejarah hitam Setanisme, akan Anda saksikan pula persekutuan berdarah antara setanisme dan paham lain seperti ateisme dan materialisme. Akan Anda pahami bagaimana mereka bekerja sama bahu-membahu untuk memalingkan manusia dari jalan Allah dan memperdaya mereka dengan janji-janji kosong. Dengan cara ini mereka bertujuan menjerumuskan manusia agar menjalani kehidupan kekal di dalam neraka.
Pernahkah Anda berpikir bahwa bumi tempat Anda berjalan saat ini sedang bergerak dengan kecepatan 1.670 kilometer per jam? Pernahkah Anda merenungkan mengapa rambut Anda senantiasa tumbuh memanjang, tidak seperti alis dan bulu mata Anda ? Jika tidak demikian, bukankah hal itu akan buruk bagi Anda? Pernahkah Anda memikirkan tentang seluruh peristiwa menakjubkan yang terjadi di dalam tubuh Anda atau yang berlangsung di sekitar Anda? Film ini adalah seruan untuk memikirkan hal-hal tersebut. Sebab, dalam Al Qur’an Allah mengajak kita berpikir tentang makhluk hidup yang Dia ciptakan.