Kehidupan Nabi Isa (Yesus) penuh dengan mukjizat sebagaimana difirmankan Allah, sejak lahirnya hingga kenaikannya kepada Allah. Ada satu mukjizat lagi yang akan terjadi; yakni mukjizat yang ditunggu-tunggu kedatangannya dengan tidak sabar oleh kaum beriman dari dua agama wahyu terkemuka, yakni: Kedatangan Nabi Isa yang kedua di Bumi.
Ciri khas Al Qur’an, yang diwahyukan 14 abad yang lalu, dan hikmah Maha-agung yang dikandungnya, merupakan bukti mutlak bahwa Kitab Suci ini merupakan kalam Allah. Selain itu, Al Qur’an memiliki banyak mukjizat yang membuktikannya sebagai wahyu Allah. Di antaranya adalah sejumlah fakta-fakta ilmiah, yang hanya dapat kita temukan dengan menggunakan teknologi abad ke-20, dinyatakan di dalam Al Qur’an 1400 tahun yang lalu. Fakta-fakta ini, yang tidak mungkin dapat diketahui di masa Al Qur’an diturunkan, sekali lagi memperlihatkan di hadapan manusia zaman sekarang, bahwa Al Qur’an adalah perkataan Allah.
Manusia berhubungan dengan alam semesta hanya melalui pancaindra mereka. Tak seorang pun yang dapat mencapai wujud ”dunia luar” yang sesungguhnya, melebihi dari yang dapat dirasakan oleh indranya. Lantas, bagaimana kita tahu bahwa dunia ini tidaklah berbeda dari apa yang kita rasakan melalui indra itu? Film ini mengajak Anda merenungkan pertanyaan penting ini. Saat Anda menyaksikan film ini, akan Anda pahami betapa paham materialis telah keliru karena mengingkari keberadaan Allah dengan menganggap bahwa keberadaan materi bersifat mutlak. Film ini didasarkan atas buku “Timelessness and the Reality of Fate” (”Ketiadaan Waktu dan Hakikat Takdir”) karya Harun Yahya.
Setanisme… Jalan gelap menuju neraka… Inilah jalan yang dipilih oleh mereka yang telah disesatkan oleh setan dan yang kini telah menjadi pengikutnya. Dalam film ini, selain sejarah hitam Setanisme, akan Anda saksikan pula persekutuan berdarah antara setanisme dan paham lain seperti ateisme dan materialisme. Akan Anda pahami bagaimana mereka bekerja sama bahu-membahu untuk memalingkan manusia dari jalan Allah dan memperdaya mereka dengan janji-janji kosong. Dengan cara ini mereka bertujuan menjerumuskan manusia agar menjalani kehidupan kekal di dalam neraka.
Dalam film ini, kita akan mempelajari dua kisah kehidupan di alam yang menyanggah teori Darwin, yaitu perangkat penentu arah dari lebah madu dan perjalanan menakjubkan ikan salmon. Dua kisah ini menunjukkan bahwa kehidupan di bumi bukanlah muncul dengan sendirinya tanpa sengaja diciptakan. Makhluk hidup tidaklah terbentuk tanpa sengaja dan tanpa kehendak. Sebaliknya, kehidupan adalah hasil karya cipta dari Pencipta Yang Mahacerdas dan Mahaperkasa.
Tahukah Anda, seandainya pasca peristiwa Big Bang alam semesta ini mengembang dengan kecepatan sedikit saja lebih besar daripada yang seharusnya, maka materi yang ada di dalamnya akan berhamburan dan menyebar di seantero jagat raya, hilang entah ke mana sehingga memustahilkan pembentukan galaksi maupun bintang. Atau, jika materi tersebut terpisah dan memencar dengan kecepatan sedikit saja lebih lambat daripada yang ada, maka seluruh materi akan saling menyatu dan menggumpal sehingga tidak memungkinkan terbentuknya gugusan-gugusan bintang. Ini hanyalah satu contoh saja pengaturan dan perhitungan cermat dari keseluruhan bangunan alam semesta. Saksikan dalam film ini bagaimana astronomi modern menyibak tanda-tanda kebesaran Allah.
Di berbagai belahan dunia, terdapat banyak manusia yang tertindas dan teraniaya. Mereka hidup sangat miskin, tanpa rumah dan tempat berlindung. Mereka rentan terjangkiti penyakit dan, kalaupun ada, layanan kesehatan yang mereka terima kuranglah memadai. Hanya ada satu jalan keluar bagi ketidakadilan, kekacauan, ketakutan, pembantaian, kelaparan, kemiskinan dan penindasan di dunia ini: akhlak Qur’ani; seperti rela berkorban demi kebaikan orang lain, saling berkasih sayang dan berbuat adil terhadap sesama. Saksikan film ini untuk memahami bahwa satu-satunya jalan keselamatan bagi kaum lemah, teraniaya, fakir dan miskin tersebut adalah dengan menerapkan petunjuk Al Qur’an, yang diturunkan untuk seluruh umat manusia.